Showing posts with label penyakit kucing. Show all posts

Wednesday, October 9, 2019

Apa itu Ringworm?

Ringworm pada Kucing
Ringworm pada Kucing
Ringworm atau dermatophytosis merupakan infeksi jamur pada kulit, bulu dan kadang pada kuku. Jamur penyebab terjadinya ringworm umumnya adalah.Microsporum canis,Trichophyton mentagrophytesdan Microsporum gypseum.


Ringworm dapat menginfeksi anjing, kucing, manusia dan spesies lainnya yang dapat menular satu sama lain. Resiko kejadian ringworm akan meningkat berkaitan dengan beberapa faktor. 
  • Umur : jamur dapat menginfeksi hewan umur berapapun tetapi hewan berumur kurang dari 1 tahun mempunyai resiko tertinngi.
  • Spesies dan Ras : Kucing mempunyai resiko lebih tinggi daripada anjing. Ras Persia pada kucing dan ras Yorkshire pada anjing serta ras berbulu panjang pada umumnya mempunyai resiko yang lebih tinggi. 
  • Status kekebalan : Kondisi hewan yang mengalami keadaan imunitas yang rendah seperti mengalami infeksi virus, bunting dan menyusui, malnutrisi, kanker, stress dan sedang meminum obat anti inflamasi
  • Hewan-hewan yang berada dalam lingkungan populasi yang tinggi dan perawatan yang kurang baik.
  • Lingkungan yang mempunyai cuaca yang panas dan lembab
Ringworm dapat menyebar melalui rodensia, tanah yang terkontaminasi tetapi yang paling berpotensi menyebarkan adalah kontak antar hewan yang terinfeksi atau lewat lingkungan yang terkontaminasi. Jamur dapat bertahan lama di lingkungan, pada hewan carier, furniture, karpet, debu, dsb yang tetap dapat menginfeksi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian. Ringworm dapat menular dari peralatan grooming, mainan, alas tidur atau dari pakaian dan tangan pemilik. Jamur dapat ditemukan pada bulu hewan atau lingkungan walaupun hewan tersebut tidak menunjukan gejala, umumnya masa inkubasi dapat terjadi antara 4 hari sampai 4 minggu.

Gejala yang muncul adalah
adanya area bulat yang botak. Lokasi yang paling umum terdapat di muka, telinga, kaki dan ekor. Ringworm dapat terjadi berbarengan atau sebagai akibat dari flea allergy dermatitis. Lesio dapat mengakibatkan gatal ataupun tidak gatal. Adapun sebab lain yang dapat mengakibatkan lesio yang mirip dengan ringworm adalah tungau demodec dan infeksi bakteri pada kulit.

Pengobatan

Kejadian ringworm pada umumnya akan sembuh dengan sendirinya selama 3 bulan tetapi pengobatan sebaiknya segera dilakukan untuk mempercepat persembuhan, mengurangi kontaminasi ke lingkungan dan mengurangi resiko penularan.
Pengobatan pada hewan yang berada dalam populasi yang tinggi sebaiknya menggunakan pengobatan topikal untuk mengurangi kontaminasi ke lingkungan. Contoh obat topikal antara lain sulfur, shampoo kombinasi miconazole dan chlorhexidine. Penggunaan obat topikal ini akan lebih efektif jika digunakan bersamaan, misalnya hewan dimandikan dengan shampoo khusus dan juga diberikan obat topikal secara lokal pada lesio jamur. Pada hewan berbulu panjang sebaiknya area disekitar lesio jamur dicukur terlebih dahulu.
Pengobatan sistemik penting diberikan untuk menunjang pengobatan topikal untuk mempercepat proses persembuhan. Hewan yang diberikan obat anti jamur secara sistemik sebaiknya dimonitor dengan baik dan mengikuti aturannya dengan baik sesuai dengan anjuran dokter hewan.

Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan manajemen yang baik. 
  • Anak kucing dan kucing bunting sebaiknya dipisahkan dari kucing dewasa lain. 
  • Periksalah setiap hewan baru yang akan dimasukan ke dalam suatu populasi. 
  • Pisahkan hewan yang diduga terinfeksi dari yang sehat
  • Bersihkan area yang berkontak dengan hewan yang terinfeksi
  • Bersihkan kandang, alas tidur, tempat makan dan tempat bermain hewan secara teratur

Jika telah terjadi wabah ringworm pada hewan-hewan anda sebaiknya dilakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Semua hewan yang terekspos sebaiknya diperiksa walaupun tidak menunjukan gejala.
  • Semua mainan, alas tidur dan sisir yang terekspos sebaiknya disingkirkan.
  • Semua permukaan tempat-tempat bermain hewan didesinfeksi dan sebaiknya diulang minimal 2 kali.
  • Semua karpet dan furniture dibersihkan dengan vacuum cleaner setiap har i selama 1 minggu dan kantung vacuum cleaner dibersihkan tiap hari.
  • Gorden dan karpet sebaiknya dicuci.
Read more

Tuesday, October 23, 2018

Mengatasi Iritasi Mata Anak Kucing

Mengatasi Iritasi Mata Kitten
Kitten dengan iritasi mata
Hai sobat cat lovers, hati-hati ya jika anak kucing usia satu sampai  empat bulan terkena iritasi mata. Iritasi mata pada anak kucing ini terjadi dalam 2 situasi yakni:

Mata Kucing bernanah

Mata kitten tertutup dan membengkak, belekan dan ada sedikit bernanah. Nah, untuk masalah ini maka cara menyembuhkannya adalah dengan membersihkan dengan cairan NACL (air infus). Lalu usap perlahan-lahan menggunakan kapas lembut sampai mata kitten terbuka kemudian keringkan dengan menggunakan kapas.

Setelah lima menit berikan salep mata, gentamycin, Alletrol atau erlamicetin. Lalu rawat kitten dengan memberikan antibiotik sesuai umur anak kucing sobat. Kalau untuk takarannya ialah sebanyak dua kali sehari atau sobat bisa tanya langsung ke dokter hewan terpercaya.

Mata Kucing Sembab

Mata anak kucing terbuka namun sembab/sipit agak sedkit brselaput karena belekan, bagian sudut mata merah dan pinggiran pelipis mata ada kerak mirip luka, itu sebenarnya adalah jamur yang lumayan membuat gatal mata kitten sobat
Cara penyembuhannya adalah cukup oleskan perlahan-lahan dengan lebum menggunakan minyak VCO bagian pojok mata & pinggiranya sampai kerak terlepas. Seandainya pun masih ada sisa kerak tidak mengapa karena tidak boleh dipaksakan untuk langsung bersih semua. Hati-hati dalam mengaplikasikan minya ini agar tidak masuk ke mata si kitten. Lalu lanjutkan perawatan dengan memberikan anti biotik dengan dosis dua kali sehari.

Oh iya, jangan lupa gunting kuku kitten sobat 2 minggu sekali pada usia kitten satu sampai tiga bulan. (jika sedang terkena iritasi mata).

Demikian cara mengatasi mata bengkak atau iritasi pada anak kucing. Semoga tips ini bermanfaat bagi sobat semua.
Read more

Wednesday, July 25, 2018

Cara Membersihkan Kutu Pinjal pada Kucing

Kutu Pinjal pada Kucing
Kutu Kucing
Sobat Pecinta Kucing, pengetahuan mengenai alur hidup kutu pinjal penting untuk kita ketahui agar paham cara membasmi pinjal dengan tuntas. Dilihat dari pola siklus hidupnya, kita dapat mengetahui bahwa tidak ada penanganan atau cara membasmi pinjal yang hanya cukup dilakukan sekali saja. 

Karena sebagian besar obat pembasmi pinjal hanya membunuh pinjal dewasa, tidak menghabiskan telurnya. Jadi, kalau treatment tidak diulang, telur yang menetas dan menjadi kutu pinjal dewasa akan kembali menyerang kucing dan menelurkan banyak sekali kutu pinjal. 

Dibawah ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membasmi kutu pinjal :


Membasmi dengan Suntikan Ivermectin

Banyak orang salah kaprah menyebut suntikan ivermectin adalah suntikan anti jamur. Sebenarnya ivermectin tidak dapat membasmi jamur. Ivermectin dapat dipergunakan untuk membasmi cacing dan ektoparasit seperti kutu (pinjal, caplak dan tungau). Sepertihalnya obat lain, ivermectin hanya membunuh cacing/kutu dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu diperlukan setidaknya 3 kali suntikan ivermectin dengan jarak 3-4 minggu. Injeksi ivermectin harus dilakukan dengan hati-hati pada kucing umur kurang dari 4 bulan *. Suntikan ivermectin tidak dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal. 

Untuk pencegahan cacing & kutu pada kucing dewasa, suntikan ivermectin dapat dilakukan 2-4 kali setiap tahunnya. 

Membasmi dengan Obat Tetes & Spray

Ada banyak obat tetes & spray anti kutu yang di jual di petshop-petshop, seperti Accurate, Revolution dan Frontline. Perhatikan aturan pakai setiap obat, biasanya obat-obatan tersebut tidak dianjurkan digunakan pada kucing dibawah umur 2 bulan. 

Obat tetes biasanya diteteskan di kulit pangkal kepala di bagian belakang, dimana kucing tidak bisa menjilat bagian tersebut. Obat tetes Frontline cukup efektif membasmi kutu/pinjal selama 1 bulan. Agar tuntas sebaiknya diulang 1 bulan kemudian. 

Untuk pencegahan, pemberian obat tetes dapat dilakukan 2-3 kali setahun 

Membasmi dengan Shampoo anti kutu

Shampoo anti kutu cocok digunakan pada anak kucing berumur kurang dari dua bulan yang belum dapat diobati anti kutu lainnya. Beberapa pemilik kucing dewasa juga lebih menyukai cara ini karena selain dapat membasmi kutu/pinjal, juga membuat kucing lebih bersih. Pada saat memandikan, sebaiknya shampoo digunakan dua kali. Basahi rambut kucing secara merata, tambahkan shampoo secara merata, bersihkan dan bilas dengan air (air hangat). Kemudian setelah bersih tambahkan kembali shampoo, ratakan, biarkan + 5-10 menit baru kemudian dibersihkan. Setelah bersih keringkan dengan handuk dan hairdryer. Agar tuntas sebaiknya mandi shampoo anti kutu diulang dua minggu kemudian. Setelah itu, untuk tujuan pencegahan, pemberian shampoo dapat dilakukan 1 bulan sekali. 

Pada kasus parah disertai komplikasi, diperlukan kombinasi beberapa cara sekaligus. Dan yang tidak kalah penting adalah membersihkan kandang, lantai dan tempat tidur kucing. Karena telur kutu bisa saja terdapat di sela-sela kandang, retakan lantai atau alas tidur kucing. (Ref : drh. Neno WS) 
Read more

Monday, August 18, 2014

Bahaya Serangan Kutu Kucing dan Anjing


Bahaya ini pernah dialami oleh anjing seorang pasien. Seorang remaja putri datang ke klinik hewan saya dan mengeluh tentang Shih Tzu (sejenis anjing mainan)-nya menderita penyakit kulit. Gadis ini takut akan tertular penyakit kulit dari Shih Tzu. Saya melihat ada peradangan kulit yang terjadi pada hampir semua badan anjing tersebut. Anjing yang pada dasarnya terlihat menarik pun saat itu gemetar dan amat sangat menderita. “Apakah sakit kulit anjing saya dapat menular kepada manusia, Dok?” tanya gadis itu.

Sebagai seorang dokter hewan, saya kerapkali menemukan kasus penyakit kulit pada hewan kesayangan yang biasanya lebih banyak kita jumpai pada anjing, kucing liar, atau hewan peliharaan yang perawatannya tidak diperhatikan. Penyakit kulit ini tentu akan amat menjengkelkan baik bagi hewan itu sendiri maupun pemiliknya, dan bisa menjadi penyakit kambuhan apabila tidak ditangani sunguh-sungguh. Orang-orang pun biasanya akan menelantarkan hewan kesayangannya apabila penyakit tersebut yang sebenarnya bisa disembuhkan, jika tidak segera ditangani dengan benar, justru akan mengakibatkan komplikasi yang lebih parah.

Sejatinya, sebelum penyakit kulit ini menyerang, lebih dahulu hewan terkena kutu yang tidak diketahui pemiliknya. Serangan kutu dapat dilihat dengan seringnya hewan menggaruk-garuk badannya. Ini tentu saja sangat menyebalkan, bukan hanya bagi sang pemilik, tetapi juga hewan sendiri.

Kutu termasuk parasit di luar tubuh (ektoparasit) yang perlu dikontrol rutin oleh pemilik hewan. Mengapa? Karena kutu akan mengisap darah hewan yang ditumpangi, dengan cara merusak pembuluh darah terkecil (kapiler). Bagi hewan yang sensitif, rusaknya kapiler darah dan sekresi ludah kutu (yang mengandung neurotoksin) akan menimbulkan reaksi alergi, sehingga hewan bersangkutan akan memperlihatkan gejala kegatalan kulit. Hewan yang memiliki cukup banyak kutu akan menggigit-gigit, menggaruk-garuk serta menggosok kulitnya sehingga merusak lapisan luar kulit (epidermis) yang kemudian menimbulkan kerusakan (iritasi) pada kulit. Iritasi ini dapat meluas menjadi bentuk peradangan kulit yang bila tidak segera diobati akan menghasilkan bentuk klasik berupa rontoknya rambut yang secara nyata diikuti kebotakan dan penebalan kulit (hiperkeratosis). Akibatnya, selain kulit hewan kesayangan menjadi buruk dan rusak, iritasi lokal kulit akan menimbulkan infeksi yang mempermudah masuknya kuman penyakit seperti virus, jamur, parasit, dan infeksi bakteri.

Akibatnya, hewan menjadi tidak tahan terhadap penyakit, karena isapan darah oleh kutu dapat menyebabkan anemia, berat badan menurun, dan mengurangi nafsu makan selain mengganggu kegembiraan hewan itu sendiri.

Karena itu, bila anjing atau kucing memperlihatkan gejala kegatalan, sebaiknya kita mewaspadai adanya serangan kutu. Sebaiknya kita segera memisahkan anjing dan kucing yang terserang kutu itu dari yang sehat, karena ada beberapa jenis kutu hewan yang dapat terbang jauh dan menulari hewan kesayangan lainnya.
Read more

Sunday, August 17, 2014

Mengobati dan Mencegah Penyakit Cacing pada Kucing

Penyakit Cacing pada Kucing
Sejatinya, kucing cacingan tidak memperlihatkan gejala sakitnya. Tetapi jika si kucing tetap makan banyak dan lahap seperti biasanya, sementara badannya tetap kurus dan perutnya menjadi buncit. Itu bisa disebut sebagai gejala umum sakit cacingan. Pada gejala sakit dengan tingkat yang lebih berat maka cacing  akan keluar melalui muntah atau dubur kucing tersebut. Penyakit cacingan pada anak kucing yang terkena sakit cacing akan mengalami diare, pertumbuhannya akan terhambat, bahkan sampai mengalami kematian karena kekurangan gizi dan dehidrasi.

Penyakit cacingan bisa menyebabkan kucing mengalami anemia, gangguan pencernaan, kekurangan gizi dan berbagai masalah komplikasi lain. Penularannya penyakit ini melalui telur cacing yang biasanya terdapat pada buangan atau kotoran kucing yang sedang terinfeksi cacing dan mencemari rumput atau tanah sekitar lingkungan kucing, kutu kucing dan tikus. Sedangkan penularan pada anak kucing biasanya terjadi karena terinfeksi dari induk si kucing.
Lalu apa sebabnya? Ada dua jenis cacing yang sering menginfeksi kucing, yaitu Cacing gelang/gilig atau yang biasanya disebut roundworm dan cacing pita atau tapeworm. Ciri-ciri cacing gelang satu ini adalah bentuknya seperti batang, berwarna cream dan ujung-ujungnya runcing. Panjang cacing ini bisa mencapai beberapa millimeter sampai puluhan centi meter. Sedangkan cacing pita memiliki warna putih, bentuknya agak gepeng selebar beberapa millimeter. Sementara panjangnya bisa mencapai satu meter.

Segera periksakan kucing anda yang terkena penyakit cacingan, berikan segera obat cacing pada anak kucing yang  sudah berusia dua minggu (dosis yang tepat tentu harus ditanyakan pada dokter hewan), segera berikan juga obat cacing pada kucing anda yang lain, kecuali kucing yang sedang hamil. Dan lakukan lagi dua minggu setelahnya.

Anda bisa melakukan tindakan pencegahan penyebaran cacingan dengan memandikan si kucing secara teratur dan terjadwal, basmi kutu, batasi interaksinya dengan kucing liar, tidak memberikan daging yang masih mentah, membersihkan tempat kotoran kucing secara berkala, dan cuci tangan setiap setelah membersihkan kotoran kucing, rutin memberikan obat pembunuh cacing dengan jangka tiga bulan sekali, dan perlu diingat bahwa pemilik kucing juga harus minum obat pencegah cacing.
Read more

Monday, January 14, 2013

Feline Infectious Peritonitis (FIP)

FIP adalah penyakit serius, hampir selalu berakibat kematian bagi kucing. Penyakit ini disebabkan oleh keluarga coronavirus (feline corona virus/FcoV), yaitu sejenis keluarga virus yang juga menyerang anjing, babi dan beberapa spesies virus ini dapat menyerang manusia. Tetapi virus yang menyebabkan FIP pada kucing, tidak dapat menyerang manusia.

Coronavirus yang relatif tidak berbahaya dan biasa menyerang kucing yaitu Feline Enteric Coronavirus (FECV). FECV yang bermutasi menjadi virus ganas disebut Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Bila respon kekebalan tubuh kucing kurang baik, FECV yang bermutasi jadi FIPV ini dapat menyebabkan penyakit sistemik yang disebut Feline Infectious Peritonitis (FIP).

Bentuk Penyakit 
Penyakit ini bermanifestasi dalam dua bentuk : basah  dan kering. Tipe basah menyebabkan sekitar 60-70% dari keseluruhan kasus penyakit ini dan lebih ganas dari tipe kering. Bentuk penyakit yang muncul sangat tergantung pada reaksi kekebalan tubuh kucing. Bila kekebalan tubuh bereaksi cepat biasanya yang muncul adalah tipe kering. Sebaliknya bila kekebalan tubuh lambat bereaksi, maka tipe basah yang muncul.
Bila respon kekebalan tubuh cukup kuat, gejala penyakit bisa tidak muncul tetapi kucing dapat menjadi carrier dan dapat menularkan virus selama beberapa tahun hingga kekebalan tubuhnya berkurang sedikit demi sedikit. Seiring dengan berkurangnya kekebalan, penyakit akan semakin berkembang hingga timbul gejala sakit dan akhirnya menyebabkan kematian.

 fip basah kucing, perut buncit isi cairan
perut buncit berisi cairan pada FIP tipe basah

Statistik Kejadian Penyakit 

Ada dua strain virus penyebab penyakit ini, yaitu FcoV-1 dan FcoV-2, sekitar 85 % penyakit FIP disebabkan oleh strain pertama. Kejadian penyakit FIP sekitar 1 % dari total kucing  sakit yang dibawa ke dokter hewan untuk diobati.

Penyakit ini biasa menyerang kucing, terutama kucing-kucing cattery penampungan hewan, dimana terdapat sejumlah besar kucing dewasa & anakan hidup bersama. Diperkirakan sekitar 10-20 % kucing pada tempat-tempat yang positif mengandung FECV, terinfeksi FIP.  Sekitar 2 %  kasus penyakit terjadi pada pemeliharaan  kucing kurang dari tiga ekor.

Penularan Penyakit 
Kucing sehat tertular melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau kotorannya (feces). Kucing yang terinfeksi menyebarkan virus melalui liur dan feces. Penularan terutama terjadi melalui kontak feces dengan mulut, lainnya melalui liur atau lendir saluran pernafasan.

Virus FIP dapat bertahan hidup selama 2- 3 minggu dengan suhu ruangan pada permukaan kering, termasuk pada peralatan makan kucing, mainan, kotak kotoran (litter), tempat tidur (bedding), pakaian kucing (clothing) atau rambut kucing. Induk yang carrier dapat menularkan virus ke anaknya.

Menurut para ahli, kucing jarang tertular virus FIP secara langsung. Sebagian besar penyakit FIP yang terjadi diduga berasal dari mutasi FECV yang memang banyak terdapat pada pencernaan kucing dan relatif tidak berbahaya.

Gejala
Sebagian besar kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala yang nyata, tetapi sebenarnya virus tetap berkembang di dalam tubuh. Setelah kontak, virus mulai berkembang di tenggorokan dan usus halus kucing. Kemudian pindah ke paru-paru, perut dan menyebar diseluruh usus. Sekitar 1 - 10 hari kemudian virus sudah dapat ditularkan ke kucing lain.

Selama infeksi ini, gejala yang muncul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, lendir hidung yang berlebihan, diare, berat badan berkurang, lemah & lesu. Gejala yang muncul bisa juga non spesifik seperti : hilang nafsu makan, depresi, rambut kasar dan demam.

Pada bentuk basah terjadi akumulasi cairan di rongga perut dan rongga dada, menyebabkan menyebabkan pembengkakan daerah perut (biasanya tanpa rasa sakit) disertai kesulitan bernafas.

Pada bentuk kering, cairan yang menumpuk relatif sedikit dan gejala yang muncul tergantung organ yang terinfeksi virus. Sekitar setengah dari kasus bentuk kering, menunjukkan gejala radang mata atau gangguan syaraf seperti : lumpuh, cara berjalan yang tidak stabil dan kejang-kejang. Gejala lainnya bisa berupa gagal ginjal atau pembengkakan hati, depresi, anemia, berat badan berkurang drastis, gangguan pankreas dan sering disertai demam. Gejala lain berupa muntah, diare & icterus (warna kekuningan pada kulit dan selaput lendir).

Pengobatan
Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang ada masih berupa pengobatan suportif untuk mengurangi gejala dan mengurangi rasa sakit kucing. Kucing yang sakit dapat bertahan hidup 1 minggu - 1 tahun tergantung kekebalan tubuh dan keparahan penyakit.
   
  
Salah satu tanda FIP basah pada anak kucing. Kurus tapi perut buncit berisi cairan
Pencegahan
Jaga kebersihan kandang & peralatan, dicuci dengan sabun, deterjen atau desinfektan. Bahan yang murah meriah & cukup efektif adalah larutan kaporit/pemutih + 3 %. Jaga kesehatan kucing dengan pemberian nutrisi yang cukup dan baik.
Vaksin FIP pertama digunakan tahun 1991 di USA. Sampai saat ini efektivitas vaksin masih diperdebatkan.Sampai saat ini Vaksin FIP belum tersedia Di Indonesia. (drh. Neno WS)


_____sincerely_____
Read more

Saturday, January 12, 2013

Ketombe pada Kucing

Tak hanya manusia, kucing juga bisa ketombean. Ketombe pada kucing mirip dengan ketombe manusia. Ketombe pada kucing juga menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan perawatan kulit dan bulu kucing.

Tanda kucing berketombe, kucing sering menggaruk hingga lecet atau malah luka terbuka dan bisa mengakibatkan infeksi. Sementara kebanyakan perawatan dan pengobatan hanya mengatasi gatal dan yang disebabkan ketombe bukan menghilangkan penyebab ketombe. Jika kucing kesayangan Anda berketombe, perhatikan beberapa hal ini:

1.Merawat kucing yang berketombe perlu waktu yang lama, sehingga Anda harus telaten merawat bulu dan kulitnya.
2.Jaga kelembaban di dalam rumah. Karena udara kering akan memperburuk ketombe kucing dan juga menyebabkan rambut mudah rapuh dan kering.
3.Selama kucing berketombe, usahakan jangan menggunakan hair dryer karena panasnya bisa mengiritasi kulit kucing.
4.Jangan biarkan kucing main panas-panasan terlalu lama. Tunggu sampai
sore hari untuk membiarkan dia keluar. Kusing yang ketombean perlu diet panas matahari.
5.Berikan bedak hewan yang khusus untuk mengatasi ketombe atau bisa juga menggunakan bedak bayi untuk memberantas ketombe juga untuk meminimalkan rasa gatal.
6.Berikan kucing makanan yang bernutrisi. Karena malnutrisi dapat menyebabkan kesehatan kulit semakin buruk.
7.Konsultasikan  dengan dokter hewan jika ketombe terus meluas dan semakin banyak, agar bisa diberikan resep obat khusus untuk menyingkirkan penyebab ketombe

Sumber

_____sincerely_____
Read more

Kejang pada Kucing

Setelah pada postingan yang lalu saya membahas kejang yang terjadi pada kucing saya, kali ini saya ingin memberikan informasi mengenai jenis gejala kejang pada kucing, semoga bisa menjadi informasi yang berguna bagi anda.

Kejang Motorik Besar 
Kucing biasanya menderita kejang motor besar di mana sebagian besar atau seluruh otaknya dipengaruhi oleh syaraf yang rusak. Ciri-cirinya kucing bisa jatuh tiba-tiba, tubuh kehilangan kontrol dan tidak punya control terhadap anggota tubuhnya yang suka bergerak tiba-tiba seperti kedutan atau gerak reflek.

Kejang Psikomotor 
kejang Psikomotor mempengaruhi perilaku. hewan peliharaan seperti berhalusinasi dan seperti berinteraksi dengan objek padahal objek itu tidak ada. Anjing ebenarnya berpotensi dapat mewarisi jenis kejang ini, tapi akhir-akhir ini kucing pun ada sebagian yang menderita jenis kejang ini. kejang psikomotor lain menyebabkan hewan peliharaan menjadi agresif atau takut. Beberapa jenis kompulsif / hasil perilaku obsesif dari kejang psikomotor, seperti mengejar ekornya sendiri atau kakinya sendiri dengan marah.

Kejang Fokal


kejang parsial (juga disebut kejang fokal) hanya mempengaruhi satu bagian dari otak. Biasanya terjadi sebagai akibat dari trauma otak dan dapat menyebabkan perilaku khas seperti menjilati bibir, mengunyah tapi tidak ada makann, dan kumis berkedut biasanya perilaku itu sering diulang berkali-kali.

Saran saya walaupun tidak sangat membahayakan, tapi akan mempengaruhi hidup kucing anda. Segeralah konsultasikan ke dokter hewan.



______sincerely_____
Read more

Feline Leukemia Virus (FELV)

Apa itu feline leukemia?

Feline leukemia (FeLV) adalah penyakit luas, untungnya tidak di kalangan kucing, tetapi berpotensi mengkhawatirkan karena (sering) kematian. Ini merupakan produksi abnormal sel-sel darah putih (leukosit). Sel darah putih dalam tubuh memiliki fungsi serangan masuk atau pembentukan agen patogen, dalam rangka mempertahankan dan melestarikan integritas `biologis dari organisme itu sendiri, ketika terbentuk di dalamnya atau Anda datang melalui kulit atau membran mukosa, yang merupakan penghalang alami tubuh.Para FeLV kata, yang dikenal dengan cara yang sama penyakit ini sebenarnya adalah nama ilmiah dari virus (khususnya, retrovirus) yang disebabkan, agen adalah khas dari patogen kucing, bagaimanapun, dan v adalah setiap risiko penularan atau infeksi terhadap laki-laki atau keturunan hewan lainnya. Penyakit ini dapat memiliki beberapa perkembangan, jika respon imun kucing tinggi (hampir 40% kasus), virus ini dinetralkan dan kucing mencapai kekebalan akhir, jika respon imun rendah tetapi infeksi dapat ` melintasi penghalang sel darah putih (WBC) dari darah yang ditunjuk untuk membela terhadap infeksi, immunocompromised dan kemudian membuat kucing juga peka terhadap infeksi sederhana daripada kucing lainnya akan diatasi tanpa kesulitan besar.Anda tidak dapat membuat prediksi yang akurat pada waktu yang tersisa untuk hidup dengan seekor kucing yang terinfeksi dengan FeLV, menyangkut kelangsungan hidup banyak faktor: keadaan kesehatan subjek, tahap penyakit saat diagnosis dan terapi.

cara penularan

Kucing dapat terinfeksi dalam dua cara: baik secara langsung atau tidak langsung, secara langsung melalui luka atau gigitan, ketika kucing berada dalam kontak langsung dengan kotak sampah dan mangkuk dari kucing yang terinfeksi. Penyakit ini dapat memiliki yang berbeda berlalu bahwa jika respon imun kucing adalah tinggi (hampir 40% kasus), virus ini dinetralkan dan kucing mencapai kekebalan terakhir, jika respon imun rendah, sekitar 30% dari kasus , infeksi l `dapat melewati sawar sel darah putih (WBC) dari darah yang ditunjuk untuk membela terhadap infeksi, sistem imun yang tertekan dan kemudian membuat kucing juga peka terhadap infeksi sederhana daripada kucing lainnya akan diatasi tanpa kesulitan besar.Anda tidak dapat membuat prediksi yang akurat pada
waktu yang tersisa untuk hidup dengan seekor kucing yang terinfeksi dengan FeLV, menyangkut kelangsungan hidup banyak faktor: keadaan kesehatan subjek, tahap penyakit saat diagnosis dan terapi.Para FeLV ditransmisikan antara kucing dengan penyakit ini, khususnya melalui cairan tubuh (urin, darah, cairan plasenta), kemungkinan tertular penyakit untuk kucing yang hidup dengan pasien sangat tinggi. Retrovirus dari FeLV menyerang sistem kekebalan tubuh kucing itu dan bermain di tempat, menciptakan apa yang disebut "penekanan kekebalan", yaitu kehancuran mekanisme pertahanan host alami dari kucing ke titik di mana tubuh Anda tidak bisa lagi bertarung sendirian bahkan yang penyakit paling ringan.Kucing dapat terinfeksi secara langsung, melalui luka atau gigitan, atau dengan pangkat, ketika kontak dengan kotak sampah dan mangkuk dari kucing yang terinfeksi. Penularan, bagaimanapun, tidak diberikan, bahkan bila sudah dalam kontak dengan cairan infeksius, sering karena organisme kucing sehat berhasil menjadi kebal terhadap virus engraftment `, sehingga melindungi mereka dari bentuk mematikan dari penyakit. Infeksi terjadi ketika tangan `lain, ketika leukemia yang berakar, kucing sakit kemungkinan untuk hidup selama beberapa minggu untuk beberapa bulan karena banyak tergantung pada di mana penyakit ini didiagnosis dan tahap di mana ia pada saat diagnosis, baik, tentu saja, jenis pengobatan yang akan diberikan.

gejala

Gejala leukemia kucing biasanya banyak dan beragam, tidak jarang untuk kucing ke dokter hewan untuk sementara waktu karena korban 'dari keadaan malaise dan tak dikenal, dokter mungkin meningkatkan kecurigaan virus leukemia mereka. Gejala yang paling umum termasuk: anemia, ikterus, depresi sensorium, penurunan berat badan jelas, kehilangan nafsu makan, diare atau sembelit, pembengkakan semua kelenjar getah bening, kesulitan bernapas, aborsi dan kematian bayi yang tinggi, penurunan perlawanan terhadap gangguan yang paling umum , gangguan autoimun, kerentanan terhadap berbagai macam kanker.Jika Anda melihat kucing dalam beberapa gejala yang tercantum di atas, terutama jika digunakan sering meninggalkan rumah untuk menghadiri dan liar kucing, dokter hewan harus melakukan setidaknya satu tes serologis untuk menentukan apakah kontrak ini telah masih malattia.Purtroppo Sains belum mampu menggunakan pengobatan yang permanen Debelli virus ini dan satu-satunya cara untuk mengobati kucing yang terinfeksi dengan FeLV sebenarnya untuk menyembuhkan penyakit ini karena kekurangan kekebalan tubuh, serta langkah-langkah untuk meningkatkan mungkin hidup kondisi kucing sudah sakit.Banyak dokter hewan meresepkan dosis konstan kortison (prednisolon khusus) dalam upaya untuk menurunkan sel darah putih yang terinfeksi atau kanker yang telah menghasilkan FeLV, setiap salah satu dari lymphosarcoma. Dengan harapan untuk menemukan terapi yang efektif telah diuji banyak obat, di antara mereka, juga vitamin C, yang, sayangnya, setelah studi pertama yang tampak sangat menjanjikan, ditemukan tidak memiliki khasiat melawan infeksi oleh FeLV, meskipun memberikan masih kontribusi yang baik, bersama dengan vitamin dan mineral lainnya untuk menjaga konstitusi baik kucing yang terinfeksi.Ada banyak kucing yang terinfeksi meskipun FeLV dapat hidup bulan umumnya memuaskan, sayangnya bagi orang lain, ketika penderitaan mereka jelas untuk kerusakan yang menyebabkan leukemia kucing di dalamnya, kadang-kadang menjadi perlu untuk mengukur lebih drastis, pemilik terhadap egoisme semua.

diagnosis dan pencegahan

Hal ini dapat mendeteksi keberadaan FeLV dengan dua metode. Yang pertama disebut ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay), tes kedua disebut IFA (immunofluorescence assay). Tes serologis, yang disebutkan sebelumnya, (Immunoassay - ELISA) banyak digunakan karena memungkinkan untuk mengidentifikasi partikel virus di dalam darah, mengungkapkan infeksi aktif (viral load) atau pendekatan embrio virus pada sumsum tulang (yang tidak selalu terjadi menyebabkan penyakit itu sendiri.Dalam kasus yang terakhir kucing yang tes positif didorong untuk membuat pemeriksaan yang sama setelah beberapa bulan, untuk mengkonfirmasi engraftment atau mencegah penyakit. Seperti yang terjadi di beberapa penyakit pada manusia, menjadi tes serologi positif tidak secara otomatis berarti Anda tertular penyakit kemudian, pada kenyataannya, kucing positif dapat hidup bertahun-tahun sebelum virus ajalnya dan menjadi penyakit. Pengamatan yang benar dalam hal apapun akan memungkinkan kita untuk mengambil tindakan tepat waktu terhadap orang yang kekebalan tertekan, serta mengisolasi, dalam kasus ini, kucing sehat lainnya, sehingga mereka tidak menjadi sakit bahkan jika tidak jelas, sumber infeksi bagi orang lain.Untuk pencegahan yang benar ada sejumlah vaksin yang efektivitas, bagaimanapun, gagal menjadi obyek terbukti. Rata-rata, bagaimanapun, berbicara tentang keamanan yang adalah sekitar 75-85%, sehingga selalu lebih baik. Pada vaksinasi pertama dan banding berikutnya, harus mengikuti booster lebih lanjut setelah setahun atau maksimal dua, dalam siklik dan konstan sepanjang kehidupan kucing.


______sincerely_____
Read more

Distemper pada Kucing

Distemper kucing adalah penyakit yang sangat menular dan fatal bagi kucing anda. Artikel berikut akan membantu Anda memahami penyakit mematikan ini.


Apa Distemper Kucing?
Distemper pada kucing juga dikenal sebagai Panleukopenia dan merupakan penyakit virus. Penyakit ini masuk dalam penyakit menular dan penyakit yang sangat fatal terutama terutama bagi kucing berusia muda dan anak kucing. Virus Distemper bertindak sangat cepat pada sistim tubuh kucing dan dapat menyebabkan kematian hewan dalam beberapa hari infeksi.

Apa Penyebab Distemper Kucing ?
Distemper kucing seperti tersebut di atas disebabkan oleh Parvovirus yang mirip dengan penyakit distemper pada anjing. Virus ini dibawa melalui angin, atau melalui perantara mamalia lain, Panleukopenia ditularkan melalui semua cairan tubuh seperti tinja, muntahan, urin, air liur dan lendir. kucing yang terinfeksi dapat menularkan virus distemper ke kucing yang sehat. Penularan lain menurut para hobies bisa dari transmisi termasuk kutu, gigitan serangga, dan lainnya, Jadi, karantina kucing anda jika terindikasi terkena distemper dan jauhkan ia dari kucing yang sehat.

kucing hamil rentan terhadap virus panleukopenia dan dapat menyebabkan aborsi spontan (halah sok ilmiah banget, maksud saya keguguran). Jika kucing melahirkan, anak kucing yang lahir kemungkinan bisa terkena kelainan otak. Virus ini juga menyerang tubuh kucing dan mempengaruhi kelenjar getah bening, sumsum tulang dan usus.

Apa Gejala Distemper pada kucing ?


Sekitar 50 sampai 90% dari kucing yang tertular virus akan mati dan karena itu sangat penting untuk melihat gejala-gejala awal. Gejala memakan waktu sekitar 10 hari untuk muncul setelah infeksi Gejala-gejala distemper pada kucing meliputi:

-Kehilangan nafsu makan pada kucing
-Mendadak demam tinggi
-Muntah
-Diare berdarah
-Depresi
-Kejang
-Dehidrasi parah Kucing akan duduk di dekat air atau tempat minumnya, seperti haus, tetapi tidak minum
-kucing menggigit ekornya sendiri, punggung bawah dan punggung kaki.
-Anemia

Apa Pengobatan untuk Distemper Kucing 
Ada kematian tingkat tinggi untuk distemper pada kucing. Namun, dengan pengobatan berkala kucing dapat saja sembuh. Hal pertama yang harus dilakukan adalah ketika anda menemukan gejala distemper pada kucing anda harus segera membawa ke dokter hewan. Jangan menunggu tabungan anda penuh atau gajian bulan depan. Dokter hewan dapat memberikan kucing infus untuk mengembalikan tubuh dan hidrat cairan yang hilang. Elektrolit dapat diberikan untuk menyeimbangkan cairan tubuh dan antibiotik untuk mengobati infeksi sekunder. Kucing biasanya juga akan diberikan obat anti-muntah untuk menghentikan muntah dan mengurangi dehidrasi.

Pencegahan Distemper di Kucing 
Cara terbaik untuk mencegah distemper pada kucing adalah vaksinasi. Kucing perlu diberi suntikan vaksin. Khusus untuk anak kucing dapat diberikan vaksin dari sekitar 8 sampai 10 minggu usianya. Kucing memerlukan dosis yang cukup setiap tiga tahun tergantung pada vaksin yang diberikan.

Apakah Distemper pada Kucing Menular ke Manusia?
Banyak pemilik hewan peliharaan sering bertanya “apakah distemper pada kucing menular kepada manusia? " Jawabannya adalah TIDAK. manusia tidak dapat terinfeksi oleh distemper kucing. Namun, ia dapat menginfeksi jenis peliharaan anda yang lain terutama yang rentan infeksi seperti musang, minks, sigung dan berang-berang.

Walaupun tidak menular pada manusia, tapi untuk langkah pencegahan ada baiknya jika ingin memegang kucing yang menderita distemper anda menggunakan masker, untuk menghindari beberapa kemungkinan, saat ini virus penyakit itu lebih cepat berubah.



_____sincerely______
Read more

Friday, January 11, 2013

7 Penyakit Kucing yang Perlu Diketahui


Penyakit kucing bisa dibilang sama dengan penyakit manusia. Penyakit kucing ada yang digolongan penyakit ringan ada juga yang digolongkan kedalam penyakit berat. Nah berikut ini kami akan coba perkenalkan beberapa jenis penyakit kucing dari yang tergolong ringan hingga berat yang bisa dibilang paling sering diderita oleh si kucing peliharaan :

Flu Kucing
Flu kucing dapat terjadi karena tertular kucing lain, faktor cuaca, kehujanan, dan karena kekebalan tubuhnya yang menurun. Gejalanya hampir sama dengan flu manusia yaitu pilek dan bersin-bersin. Memang tidak menyebabkan kematian pada kucing dewasa, tetapi bisa fatal jika menyerang anak kucing.
Pencegahannya, anda bisa segera mengeringkan bulu si kucing jika basah karena kehujanan atau karena bermain air. Jika anak kucing anda terkena flu, periksakan segera ke dokter hewan terdekat.

Penyakit kulit
Biasanya penyakit kulit pada kucing terjadi akibat gigitan kutu, adanya parasit, atau juga jamur. Memang terkesan sepele, tetapi akan membuatnya tidak enak dipegang dan dipandang. Si kucing juga pastinya akan menderita karena tidak mendapatkan belaian kasih sayang.
Pencegahannya tentu dengan rutin memandikannya dan menjaga kebersihan si kucing dan kandangnya.
Untuk pengobatannya, anda bisa mengoleskan lotion anti jamur, atau jika kutunya banyak, mandikan dia dengan shampoo anti kutu atau bisa juga memberinya bedak anti kutu. Namun untuk anak kucing yang berusia dibawah 3 bulan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter hewan anda.

Infeksi Telinga
Ciri-cirinya adalah keluar bau tidak sedap dari telinga si kucing atau juga daun telinganya terlihat bengkak atau lecet. Biasanya terjadi karena banyak kuman di dalam telinga si kucing.
So, langkah pencegahannya yang terbaik tentulah sering membersihkan telinga si kucing menggunakan cotton buds yang ujungnya dibasahi. kalau sudah terkena infeksi ya belikan obat tetes yang dijual di petshop.

Sakit tulang belakang
Bisa terjadi akibat dipukul orang atau jatuh dari ketinggian. Ciri-ciri yang mungkin bisa dideteksi adalah si kucing gemetaran ketika hendak berdiri dari tidurannya. Si kucing enggan dipegang punggungnya. Tidak ada luka di kaki, tetapi jalannya pincang. Dan sering kehilangan keseimbangan saat berjalan ataupun berdiri.
Pengobatannya, anda bisa mengoleskan balsem untuk keseleo yang mungkin biasa digunakan oleh manusia.

Feline Infectious Enteritis (FIE)
Terjadi akibat jumlah sel darah putih dalam tubuh si kucing menurun cukup banyak. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular dan dapat menyebabkan kematian pada si kucing. Penyakit ini juga banyak menyerang anak-anak kucing.
Ciri-ciri kucing yang terkena FIE antara lain demam, diare, tidak nafsu makan, dan muntah-muntah. Cara terbaik untuk engobatinya adalah segera membawanya ke dokter hewan terdekat dan terpercaya.

Distemper
Penyakit ini disebut juga dengan Feline Panleukopenia yang disebabkan oleh virus yang merusak usus. Sebenarnya penyakit ini dapat menyerang semua binatang dan termasuk penyakit yang mematikan bagi binatang. Menurut study 25-90% kucing yang terkena distemper akan mengalami kematian. 

Psychogenic Abnormal Feeding Behaviour
Penyakit ini bukanlah penyakit fisik, melainkan penyakit mental yang dapat menyerang si kucing. Ciri-cirinya adalah si kucing memiliki obsesi yang berlebihan terhadap makanan. Biasanya kucing akan menjadi agresif jika ada makanan atau dia akan mengeong dengan keras jika sudah tiba waktunya makan. 


_____sincerely_____
Read more

Feline Infectious Peritonitis

Sesmita Oktora, drh

FIP atau Feline Infectious Peritonitis, merupakan salah satu penyakit virus yang sering menyerang kucing. Virus ini tidak spesifik hanya menyerang kucing ras tetapi bisa juga menyerang semua jenis kucing.

Sesuai dengan namanya, FIP dapat merusak sistem pencernaan hewan terutama usus. Hewan yang terinfeksi akan memperlihatkan gejala demam, diare dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sebagai pemilik kucing, sudah semestinya anda mengetahui penyakit virus yang satu ini.


Penyebaran virus FIP
Seperti pada umumnya kita tahu bahwa virus atau bakteri terdapat di alam yang tidak kita ketahui keberadaannya. Bagi individu yang sehat akan dapat mempertahankan kondisi tubuhnya tetap stabil dan terhindar dari berbagai jenis penyakit. Tetapi bagi individu yang lemah, stress atau dalam kondisi tidak sehat akan gampang sekali untuk terinfeksi berbagai penyakit, tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing.

FIP biasanya menyebar dari kucing yang satu ke kucing yang lain melaui tetesan air liur dan dari kotoran. 

Penyebab FIP
FIP disebabkan oleh Feline Coronavirus (FCoV). Ada dua jenis FCoV, yaitu Feline Enteric Coronavirus (FECV) yang bersifat avirulent (lemah) atau tidak menyebabkan sakit. Infeksi virus ini tidak memperlihatkan gejala yang serius, tapi mungkin akan terjadi diare ringan. Jenis virus yang lain adalah Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Virus ini termasuk virulent atau virus yang dapat menyebabkan sakit pada kucing penyebab utama dari FIP. Diduga bahwa FIP berkembang dari FECV karena adanya mutasi di dalam sel kucing. Penyebab dari mutasi ini tidak di ketahui.

Penyebaran FIP
FCoV dapat ditemukan dalam air liur dan kotoran  kucing yang terinfeksi. Penyebaran yang paling sering yaitu terjadinya kontak langsung dengan kotoran kucing lain di dalam box pasir. Melalui air yang terkontaminasi, tempat tidur dan pakaian.  Penyebaran dari induk ke anak dapat terjadi melalui plasenta, tetapi hal ini belum bisa di pastikan.

Virus di Lingkungan
FCoV dapat bertahan hidup di lingkungan terbuka selama 3-7 minggu. Setelah 3 minggu jumlah virus ini akan berkurang dengan sendirinya. Sejumlah desinfektan yang biasa dipakai untuk rumah tangga dapat membunuh virus ini.

Kejadian Penyakit
Ada 4 faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi FIP pada kucing yaitu
faktor umur, status kesehatan, sistem imun/kekebalan tubuh dan kekuatan virus yang menginfeksi.

Kerusakan pada organ akibat infeksi FIP tidak semata hanya disebabkan oleh virus tetapi juga karena adanya respon dari tubuh individu. Antibodi (makrofag/sel tubuh) yang terbentuk dapat menempel atau terdeposit di dinding pembuluh darah. Selain di pembuluh darah dapat juga menempel di jaringan. Penumpukan sel tubuh dan virus ini di dalam pembuluh darah dan jaringan akan menyebabkan glaukoma.

Kucing yang sering terinfeksi FIP adalah kucing yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah seperti anak kucing (kitten), kucing yang belum di vaksinasi, kucing yang terinfeksi Feline Leukemia Virus (FeLV) atau panleukopenia sering juga disebut distemper kucing.

Kasus FIP yang paling banyak terjadi pada kucing muda (4-6 minggu). Kerentanan kucing muda akan terjadi pada saat antibodi yang di turunkan oleh induk mulai berkurang. Biasanya gejala FIP pada anak kucing muncul setelah umur 3 bulan dan umur 2 tahun. Kebanyakan anak kucing mati antara umur 8 dan 18 bulan.

Gejala klinis yang terlihat
1. FIP bentuk kering (Non Effusive Form)

Gejala yang terlihat tidak terlalu signifikan. Penurunan berat badan, lemah, demam dan kehilangan nafsu makan. 10-25% dari kucing yang terinfeksi akan memperlihat gejala saraf seperti kelumpuhan, disorientasi, kehilangan keseimbangan, gemetar dan perubahan tingkah laku. Biasanya akan terjadi gangguan hati dan ginjal. Untuk mengetahui adanya gangguan pada kedua organ ini dapat dilakukan pemeriksaan darah. Terkadang hanya terjadi radang ringan dan kerusakan pada mata. Pada beberapa kasus, kucing yang terinfeksi FIP bentuk kering ini dapat bertahan hidup setelah menunjukkan gejala awal.

2. FIP bentuk basah (Effusive Form)

Pada awal infeksi kita dapat melihat gejala yang sama dengan FIP bentuk kering seperti penurunan berat badan, demam, hilangnya nafsu makan dan kelemahan. Anemia, diare dan atau susah buang air besar. Bentuk basah ini berjalan sangat cepat, perut membesar karena terjadinya penimbunan cairan di dalam perut tapi umumnya kucing tidak memperlihatkan gejala sakit pada bagian ini. Cairan juga dapat menumpuk pada bagian dada sehingga kucing akan kesulitan bernapas. Biasanya kucing yang memperlihatkan gejala FIP bentuk basah akan mati dalam waktu 2 bulan.

Diagnosa
Hasil test antibodi tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Disini kita harus bisa menghubungkan antara sejarahpenyakit kucing, gejala klinis, hasil lab, hasil tes FCoV dan hasil radiografik apabila dimungkin. Kepastian infeksi FIP adalah dengan melakukan biopsi jaringan pada kucing yang mati. 

Terapi 
Tidak ada obat untuk infeksi virus termasuk FIP. Jarang sekali kucing yang  terinfeksi FIP dapat bertahan. Yang dapat dilakukan dokter hewan adalah mengurangi sakitnya agar kucing merasa lebih nyaman dan memperpanjang masa hidupnya. FIP bentuk kering berjalan lebih lambat. Respon terhadap pengobatan akan lebih baik apabila nafsu makan kucing bagus dan tidak ada gejala anemia. 

Pengobatan penunjang yang biasa dilakukan adalah

1.      Drainase teratur bagian abdominal yang mengalami ascites (bentuk basah).

2.      Terapi cairan dengan memberikan infus.

3.      Meningkatkan nutrisi.

4.      Pemberian antibiotik untuk mencegah  infeksi sekunder.

5.      Transfusi darah apabila terjadi anemia.

Pencegahan 
Populasi kucing dalam satu tenpat jangan terlalu padatkarena pada populasi yang tunggi,  apabila kucing yang satu terinfeksi maka tingkat penularan pun tinggi.Yang terpenting dalam menjaga kesehatan kucing adalah memperhatikan gizi, sanitasi dan ceck up rutin ke dokter hewan.

Virus ini dapat bertahan hidup di lingkungan selama beberapa minggu. Apabila ingin memasukkan kucing baru ke dalam rumah sebaiknya ditunggu sampai sebulan setelah terjadi kasus FIP.  Box tempat buang kotoran harus dibersihkan setiap hari. Selain itu tempat makan, tempat minum, kandang, mainan dan lantai juga di bersihkan dan di desinfeksi.

Vaksinasi
Pemberian vaksin secara rutin bertujuan untuk membentuk antibodi dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Vaksinasi dapat mencegah terjadinya sakit. vaksin FIP dapat di berikan saat kucing berumur setidaknya 16 minggu. Pemilik dapat berkonsultasi dengan dokter hewan untuk vaksinasi. 


______sincerely______
Read more

Tuesday, November 20, 2012

Jangan Salahkan Kucing Tentang Toxoplasma

kucingToxoplasma berasal dari kata toxon yang berarti bulan sabit dan gondii yang berarti rodensia, adalah protozoa yang menyebabkan toxoplasmosis yaitu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kehamilan(perkembangan janin) pada semua mamalia.
Secara epidemiologi Toxoplasma tersebar secara luas dari daerah alaska sampai australia (umumnya daerah yang panas memiliki kelembaban tinggi dan dataran rendah)
Toxoplasma diperkirakan telah menyerang 20-80 % populasi manusia di dunia, merupakan penyakit zoonotik nomer satu akibat jangkauan penularan dan dampak yang ditimbulkannya…
Apabila seseorang terserang toxoplasmosis maka rentan baginya untuk melahirkan seorang anak dalam keadaan cacat misal (hidrocephalus,kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, dll), bukan hanya wanita yang harus diperiksa positif toxoplasma atau tidak tapi pria juga karena sperma bisa saja mengandung toxoplasma.
Toxoplasma menyerang kucing dan biasanya masyarakat umum sering menyalahkan kucing sebagai satu-satunya penyebar toxoplasma.. ternyata tidak seperti itu… Kucing bukanlah satu-satunya penyebar toxoplasma yang dapat menginfeksi manusia..

baca artikel : toxoplasma tak selalu dari kucing

Selain Kucing,

mamalia lain dapat menjadi pembawa toxoplasma yang menyebabkan toxoplasmosis ini (seperti kambing, sapi, dll)… karena protozoa ini tidak memiliki host spesifik dan bersifat obligat seluler..


Berikut adalah sarana penyebaran Toxoplasma yang dapat menyerang ke manusia selain kucing..
1. Daging sapi, domba, kambing..
Jika ada pertanyaan: saya kan ga memelihara kucing? kok kena toxoplasma?
Jawabnya : Toxoplasma dapat masuk ke tubuh manusia melalui daging.. Daging sapi, domba, kambing dapat menyebarkan toxoplasma ke manusia yang memakannya apalagi daging yang dimakan mentah atau setengah matang (sate) walaupun sate sudah dipanggang tapi bagian dalam sate masih setengah matang. mengapa daging menjadi salah satu penyebar toxoplasma.. karena sapi, kambing, atau domba yang di potong positif mengandung toxoplasma akibat memakan rumput yang terdapat ookista (telur kista) dari toxoplasma.


2. Tranfusi darah..
Jika ada pertanyaan : saya kan ga memelihara kucing dan saya ga makan daging sapi, domba dan sebagainya apa saya masih bisa terkena toxoplasma?
jawabnya bisa salah satunya melalui tranfusi darah.. toxoplasma yang masuk ketubuh manusia dapat menempati sistim sirkulasi darah.. jika kita ditranfusikan darah oleh orang yang terkena toxoplasmosis maka bisa jadi kita akan positif terjangkit toxoplasmosis..


3. Sayuran…
Jika ada pertanyaan : saya ga memelihara kucing, saya ga makan daging, saya ga pernah sakit dan di tranfusi darah.. saya kan vegetarian kok masih kena toxoplasmosis?
jawabnya : toxoplasma bisa menyebar kelingkungan melalui feses.. kucing liar atau makhluk mamalia sekitar kita dapat menjadi penyebar toxoplasma ke lingkungan.. sayuran tercemar toxoplasma dari feses yang mengandung ookista toxoplasma menyebabkan orang yang memakannya dapat terkena toxoplasmosis..


4. Kecoa dan Lalat.. sebagai vektor mekanis hewan ini dapat menyebarkan ookista toxoplasma ke lingkungan kita.. kecoa dan lalat punya kebiasaan hinggap pada tempat-tempat kotor sehingga rentan menjadi pembawa toxoplasma yang menempel di kaki-kakinya..
baca artikel : cara penularan toxoplasma pada manusia dan hewan serta apa akibatnya, bagaimana gejalanya?


Oleh Karena penyebaran toxoplasma sangat luas dan berada disekitar tempat tinggal kita maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah..
1. Perawatan Kucing dilakukan secara benar terutama penangan feses kucing.. jangan sembarangan membuang feses kucing ke lingkungan..
2. Jangan beri kucing daging mentah agar toxoplasma tidak menyerang kucing..


Pada manusia..
1. Budaya Higiene pangan dan Higiene Personal artinya menjaga kebersihan diri sebelum dan sesudah melakukan aktifitas..
2. Jangan sering makan daging setengah matang.. atau yang tidak dimasak secara benar…
3. Cucilah sayuran dan buah-buahan sebelum di makan..
4. Jika anda sering berdekatan dengan kucing dan anda belum positif terserang toxoplasma vaksinlah diri anda dengan vaksin TORCH (vaksin toxoplasma,rubella, cmv, herpes) untuk mecegah parasit toxo masuk ke tubuh..
5. Kepada ibu-ibu hamil diharapkan menjaga pola makan dan apa yang dimakan.. pastikan semuanya aman dan jangan makan daging setengah matang…
Dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan kemungkinan penularan toxoplasma ke tubuh dapat diperkecil..

baca artikel : cara merawat kucing agar terhindar dari toxoplasma

jadi jangan salahkan kucing.. jika anda terserang toxoplasma.. karena banyak cara bagi toxoplasma masuk ke tubuh anda..
Toxoplasma bisa diobati namun sulit dan membutuhkan waktu yang lama..

Sumber

_____sincerely_____

Read more

Karang Gigi pada Kucing

Penyakit dan gangguan pada gigi kucing banyak jenis dan penyebabnya. Sebagian besar disebabkan oleh terbentuknya karang gigi/tartar. Salah satu penyakit lanjutan yang disebabkan oleh tartar adalah penyakit pinggiran/sekitar gigi, yang dalam bahasa kedokteran lazim disebut penyakit periodontal. Bila tidak segera ditangani, penyakit periodontal ini dapat berlanjut menjadi penyakit gigi atau penyakit lain yang lebih parah.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, sekitar 70 % kucing-kucing yang berumur di atas tiga tahun mengalami gangguan/penyakit pada gigi. Jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan kerusakan permanen pada gigi, gusi dan tulang rahang. Berbagai gangguan dan penyakit pada gigi ini dapat dicegah dengan menghentikan pembentukan plak/karang gigi pada kucing.

Pembentukan karang gigi
Plak  adalah timbunan berwarna kuning yang terdiri dari sisa-sisa makanan, jaringan mulut yang sudah mati dan bakteri pembusuk. Semua bahan-bahan tersebut menempel dan menumpuk di sekitar permukaan gigi. Lama kelamaan jumlahnya semakin banyak kemudian mengeras dan membentuk karang gigi/tartar. Pada awalnya pembentukan karang gigi terjadi dibagian dasar gigi, kemudian semakin menyebar dan dapat menutupi seluruh permukaan gigi.

Bagaimana cara mengetahui apakah kucing saya mempunyai masalah karang gigi ?
Karang gigi dan bakteri yang terdapat didalamnya dapat menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasinya. Salah satu yang cukup jelas adalah nafas kucing yang berbau tidak sedap/busuk. Lebih lanjut, tartar dapat menyebabkan sakit dan peradangan pada gusi, akibatnya kucing Mengalami kesulitan pada saat makan atau bahkan dapat menghilangkan nafsu makan.
Jika kucing anda meneteskan liur berlebihan, menggoyang-goyangkan kepala atau mencakar-cakar mulutnya, ada kemungkinan kucing tersebut mengalami gangguan pada mulut atau giginya. 

Bagaimana karang gigi dapat mempengaruhi kesehatan kucing saya ?

Masalah utama disebabkan oleh tartar yang tersembunyi/tertutup oleh gusi. Bakteri yang terdapat didalammnya akan menyerang jaringan gusi disekitarnya menyebabkan radang dan sakit. Radang pada gusi sering disebut gingivitis. Infeksi pada gusi dapat menyebar ke akar gigi. Nanah yang terbentuk akibat infeksi bisa saja menumpuk di sekitar akar gigi dan menyebabkan abses yang sangat menyakitkan.
Jika dibiarkan, penyakit akan berkembang, gigi menjadi goyah dan mudah lepas. Belum lagi masalah lain yang disebabkan hilangnya nafsu makan akibat rasa sakit pada gigi & gusi. Bakteri dan racun/toksin yang diproduksi bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan kerusakan organ-organ lain seperti hati, ginjal dan jantung.

Apakah perubahan jenis makanan dapat membantu mengontrol karang pada gigi?
Di alam bebas, kucing-kucing yang hidup liar di hutan mempunyai gigi yang lebih bersih. Karena dietnya terdiri bahan-bahan yang lebih keras daripada yang terdapat dalam makanan komersial yang banyak dijual di petshop. Secara alamiah kucing-kucing tersebut makan tulang mentah, bulu & rambut dari tikus hutan & burung kecil. Bahan-bahan tersebut membantu mengurangi pembentukan tartar.
Mengganti makanan lunak dengan makanan kering atau berserat tinggi dapat membantu memperlambat pembentukan tartar. Semakin banyak usaha mengunyah semakin besar gesekan makanan dengan gigi sehingga pembentukan tartar semakin lambat. Selain itu usaha mengunyah dapat memancing pengeluaran air liur yang mengandung antibiotik alamiah sehingga dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi.

Yang dapat dilakukan untuk menjaga gigi kucing tetap bersih
Menyikat gigi kucing sama pentingnya dengan mencegah pembentukan tartar. Idealnya seekor kucing harus mulai dibiasakan disikat giginya sejak masih kecil.
Sikat  kecil untuk bayi, dengan bulu sikat yang lembut dapat digunakan untuk menyikat gigi kucing. Sikat gigi khusus kucing dapat dibeli di petshop-petshop. Jangan gunakan pasta gigi  manusia untuk membersihkan gigi kucing. Pasta gigi manusia mengandung menthol yang dapat menyebabkan kucing tidak nyaman. Gunakan gel atau pasta gigi khusus kucing/anjing yang dapat ditemukan di petshop-petshop. Pasta gigi jenis ini aman bila ditelan oleh kucing atau anjing.
Dalam keadaan terpaksa, dapat digunakan pasta gigi untuk bayi. Cari yang rasa mentholnya tidak terlalu menyengat/tanpa menthol sama sekali. Selalu bersihkan pasta gigi yang tersisa di mulut. Lainhalnya dengan pasta gigi khusus kucing/anjing, biasanya tidak perlu dibersihkan karena aman bila ditelan (Selalu baca petunjuk penggunaan pasta gigi khusus untuk hewan).

Bagaimana bila kucing saya tidak mau disikat giginya ?
Pada awalnya kucing anda mungkin menolak dan sangat sulit untuk disikat giginya. Dengan sedikit pemaksaan, kelembutan & kesabaran, sebagian besar kucing dapat dilatih dan terbiasa untuk menerima bila giginya dibersihkan.
Rutin menyikat gigi kucing setiap hari atau setidaknya dua kali seminggu secara signifikan mencegah pembentukan karang gigi dan menghindari timbulnya penyakit pada gigi. Dan yang pasti nafas kucing tidak berbau busuk.
 drh. Neno WS


_____sincerely_____
Read more